Letkol Inf Prayogha Erawan Sangat Bangga Dengan Warga Desa Bonomerto    



Minggu, 29 Juli 2018 - 15:42:19 WIB



SALATIGA - Gelapnya malam ternyata tak menyurutkan semangat para masyarakat dalam membantu Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-102 Kodim Salatiga yang melaksanakan kerja lembur guna menyelesaikan pengecoran jalan. Memasuki hari ke-18 ini hasil rabat beton yang sudah terealisasi dan belum memenuhi target yang telah ditentukan dikarenakan banyak faktor antara lain karena terkendala medan yang banyak terdapat tanjakannya. Lembur dilakukan mengingat banyak warga laki-laki Desa kalau siang banyak yang mempunyai kewajiban berladang atau ke sawah.

Jadi bagi warga laki-laki yang siangnya ke ladang, Kades Desa Bonomerto mengerahkan tenaga mereka untuk bekerja dimalam hari bersama Satgas TMMD. Ini semua dilakukan demi mempercepat pekerjaan dan mengejar fisik dalam program tersebut. Kendala di lapangan saat bekerja selain jarak pandang yang terbatas, juga ada kendala lainnya yang kadang dialami oleh anggota satgas TMMD. Salah satunya saat harus memindahkan atau menggeser mesin pengaduk material atau biasa disebut molen. Karena tanah yang sudah dilapisi dengan pasir, sehingga roda mesin molen sangat susah untuk didorong walaupun sudah dengan tenaga banyak.

Merekapun memutuskan untuk mengangkat mesin molen tersebut ramai-ramai dengan hati-hati, karena selain kondisi agak gelap dan mesin molen tersebut memiliki beban yang cukup lumayan berat. "Mesin molen itu sangat penting karena dengan menggunakan molen itu proses pengadukan material cor bisa lebih cepat dan hasilnya bagus,” ujar Kepala Desa . “Kita memang harus sering memindahkan mesin molen tersebut apabila lokasi rabatnya semakin jauh dari  posisi molen”. “Semoga seluruh anggota Satgas dan masyarakat diberikan kesehatan sehingga kita dapat merampungkan pengecoran jalan sehingga target dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Dandim Salatiga  Letkol Inf Prayogha Erawan menambahkan “masyarakat Desa ini sangat bersemangat, terlihat dari saat mereka memindahkan molen mesin pengaduk lumpur dengan cara diangkat berramai-ramai, karena mesin molen tidak bisa dipindahkan dengan didorong jadi warga mengangkatnya bersama-sama”. “Impian mereka untuk memiliki jalan bagus menuju ladangnya atau kebunnya akan segera terwujud, meskipun kalau siang mereka bekerja ke ladang dan malam lembur, tapi mereka tidak mempunyai kata lelah dalam membantu Satgas TMMD untuk menyelesaikan pengecoran jalan ini,” tambahnya.(*)


Dilaporkan: Imam Chanafi



Artikel Rekomendasi